1Menjaga keberlanjutan dukungan dan pembiayaan bagi proyek-proyek di dalam Masjid Al-Aqsa halaqah ilmu, kelas hafalan dan tajwid, kursi para ulama, buka puasa, dan kegiatan kepemudaan serta proyek renovasi dan pembangunan di Al-Quds, khususnya Kota Lama, sehingga memperkuat ketahanan penduduknya yang menjadi tameng pertama Al-Aqsa di hadapan kondisi hidup terberat yang dipaksakan pendudukan untuk mengosongkan kota dari penghuninya.
2Menjaga identitas Islam kota suci dan Masjid Al-Aqsa di hadapan gelombang Yahudisasi, kampanye pemalsuan identitas, perubahan geografi, dan penghapusan sejarah melalui proyek-proyek yang memperkuat budaya Islam dan rasa kebersamaan umat, yang secara langsung membentuk garis pertahanan bagi Al-Aqsa.
3Membuka pintu kontribusi dalam ribat dan penjagaan Al-Quds serta Al-Aqsa bagi umat Islam di seluruh dunia; sebab siapa yang berupaya meneguhkan para murabithin memperoleh pahala seperti pahala mereka, tanpa mengurangi sedikit pun.
4Menghidupkan sunnah Waqf di antara umat Islam, baik untuk diri sendiri maupun untuk arwah orang-orang terkasih yang telah berpulang. [RELIGIOUS-REVIEW: teks hadis diambil dari terjemahan resmi]
5Memperkuat rasa persaudaraan Islam di seluruh umat dan menegaskan bahwa umat Muhammad adalah satu tubuh betapa pun geografi atau bahasa memisahkan kita, Islam menyatukan kita, Al-Quds mempersatukan kita, dan Al-Aqsa merekatkan hati kita.
6Meneguhkan hati saudara-saudara kita di Al-Quds dan memperkuat keteguhan mereka, agar mereka tahu bahwa seluruh umat berada di belakang mereka peduli, berjuang untuk mereka, merasakan penderitaan mereka, dan mendampingi mereka dalam ribat.